Welcome

Assalamualaikum wr.wb..
Alhamdulillah akhirnya Blog ini terbuat, selamat datang bagi para sohib2 Blogger .. moga info2 di Blog saya ini berfaedah bagi kita semua.. "Berbagi itu Indah ya"
lebih baik mencoba daripada hati penasaran :D
Dan ketika telah mendapatkan sedikit ilmu, berbagilah.itu tak membuat ilmumu hilang tapi bakhan akan bertambah. Inshallah :)

Minggu, 28 Oktober 2012

Inikah Nasib Si Anak yatim? oleh Shifa Hafiani

Nak, apa salahkah ibu hanya mampu menyekolahkanmu di PT. Swasta ?
 tanya nya dengan tatapan bersalah
Tidak bu, bukankah itu pernah dibahas ketika aku lulus SMA dan ketika bapak meninggal. Ingatkan ibu saat itu kau berkata bahwa kau tak dapat menyekolahkanku jauh2 diluar kota tanjungpinang yang pada dasarnya itu berlawanan dengan keingianmu ??
Aku tak pernah sesalkan, aku menuntut ilmu disalah satu PT di kota kelahiranku. Karena itu adalah pilihanku dan itulah minatku ibu.

Air matanya seketika berderai, 
bergulir pelan dipipinya yang sudah mulai menua, 
bibirnya bergetar dan mendekap erat aku dipelukan hangatnya.
Aku mengerti kenapa ibuku berkata begitu untuk yang kesekian kalinya.

Setelah salah 1 paman ku berkunjung kerumah, aku tahu apa yang telah ia katakan kepada ibuku.
"Kasiaann , ia akan susah dikemudian harinya", begitu ibu berkata meniru perkataan pedas dan menyakitkan dari mulut pamanku (seolah menggambarkan susahnya kehidupanku kelak setelah bergelar sarjana).

dimulai ketika sepeninggal ayah ku, banyak orang yang datang menaruh kasian terhadap ku tapi menyimpan makna yang sudah dapat terbaca di sorot matanya.
ahhh,,, munafik kalian tuh, buang jauh rasa kasian kalian.
kalian hanyalah orang-orang yang suka mengungkit.

huuffttt,,, lelah.
Sejak masuk semester tiga banyak pelobi yang bermurah hati dan ringan tangan serta ucapan yang mengalir manis kepadaku.
Mulai dari bebas biaya kuliah sampai sarjana, janji setelah sarjana bakal jadi pegawai dengan tidak menghabiskan waktu bertahun-tahun jungkok jadi honorer sampai belangau, inilah, itulaah .....

ibuku kala itu seperti diteror, dan ibu mulai goyah ketika teror itu semakin menajam bak mata silet bukan lagi mata pisau. 

dengan tenang aku berkata", Ibu,,,aku yakin dengan pilihanku ini, aku ingin menjadi seorang guru dengan usaha ku. bukan dengan budi seseorang yang pada akhirnya akan diungkit-ungkit olehnya.

lebih baik kita bersabar ibu, janganlah lelah mendoakan keberhasilan atas anakmu ini. inshaallah ada saja rezeki dari Yang Maha Kuasa..

usap airmata mu ibu, jangan bersedih dan jangan ragu. tetaplah bersyukur padaNYA.
 Ayah... aku rindu padamu...
Inikah nasib si anak yatim???


Tidak ada komentar:

Posting Komentar